Sosial

Kisah Perjalanan Lansia Bernama Daeng Lewa

Marseno | Sabtu, 16 Juni 2012 - 13:26:22 WIB | dibaca: 434 pembaca

Al Fida Bengkulu, Seorang anak yang  lahir di daerah jeneponto Sulawesi Selatan diberi nama Daeng Lewa dari pasangan Palimbang dan Hajra, pada umur 10 tahun, orang tua (ibu) Daeng Lewa meninggal dunia, dimana pada saat itu anak (Daeng Lewa) masih sangat memerlukan kasih sayang dan perhatian dari orang tua, ayah Daeng Lewa adalah sorang yang suka berpetualang, lengkaplah penderitaan Daeng Lewa sebagai seorang anak, maka untuk selanjutnya Daeng Lewa dititipkan pada sehabat atau kerabat ayahnya yang bernama Daeng Kenari, bersama orang tua angkatnya yang juga mempunyai anak yang bernama Simbani dan Renda, Daeng Lewa hidup dan berkembang menjadi dewasa bersama keluarga angkatnya, selama bersama keluarga angkatnya Daeng Lewa membantu menanam sayur mayur dibantaran sungai, dimana hasilnya dijual ke penjara (sekarang Lembaga Pemasyarakatan) di Jenekponto untuk menu makanan para tahanan.

Perkembangan seorang Daeng Lewa pada umur 12 tahun telah terlihat yaitu menurunnya sifat petualang ayahnya, dimana pada saat itu Daeng Lewa mendapat kabar bapaknya ada di daerah Limbung kabupaten Goa sebagai penjaga sekolah rakyat (SR), maka Daeng Lewa menyusul ke Limbung, dan akhirnya bertemu ayahnya.

Sifat petualang yang tumbuh dalam diri Daeng Lewa sebagai seorang yang berdarah bugis, membuat dia memulai berfikir untuk mengembara, Daeng Lewa ikut bersama Perahu Phinisi mengembara kenegeri orang yang akhirnya terdamparlah Daeng Lewa di pulau di daerah Bangka Belitung yaitu pulau Babuar. Disinilah Daeng Lewa hidup bersama kelompoknya yang sama-sama berangkat dari Timur yang akhirnya terdampar di Pulau Babuar tersebut yang lama kelamaan beliau menetap disana yang luasnya lebih kurang 22 ribu meter persegi.

Pada tahun 2011, pada saat melakukan evakuasi korban kapal pecah di perairan bangka belitung, seorang koordinator Posko Tagana Karau, Bangka Belitung menemukan Kakek yang kira-kira umurnya 90 tahun.an yaitu Daeng Lewa yang diceritakan oleh Yasir.

Pada tahun 1990.an pulau tersebut di huni oleh 40.an orang dimana pada tahun 1992, kelompok yang ada di pulau Babuar mengungsi ke Bangka Tengah, akan tetapi Daeng Lewa tidak mau ikut rombongan tersebut, dikarenakan beliau telah merasa senang dan betah di pulau tersebut.

Sebagai seorang Tagana yang telah ditempa untuk peduli kepada orang lain, maka Yasir dan teman-temannya berupaya agar Daeng Lewa bisa keluar dari Pulau Babuar dan berkumpul bersama keluarganya di kampung halamannya di Jenekponto Sulawesi Selatan, ternyata dayung bersambut, TRC yaitu Tim Reaksi Cepat menindaklanjuti dan mencoba komunikasi dengan instansi terkait yaitu Dinsos Prov.Bangka Belitung, RAPI dan ORARI yang menghasilkan laporan dari Jenekponto bahwasannya orang yang bernama Daeng Lewa sudah dipulangkan dan diserahterimakan kepada saudaranya di Jenekponto melalui Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan.

Menindaklanjuti laporan TRC Kementerian Sosial, Direktorat Rehabilitasi Sosial menugaskan seorang staff Bag.OHH Dit.Resos yaitu Sutantri yang juga anggota TRC bersama Redaktur Senior Media Cetak Republika Slamat Ginting untuk meliput Kisah Seorang Kakek bernama Daeng Lewa di Jenekponto Sulawesi Selatan. Hal ini penting mengingat masih hangatnya nuansa Hari Lanjut Usia Nasional.

Tanggal 11 Juni 2012, sesampai di makassar langsung berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Bapak Syakhruddin yang kebetulan beliau adalah Kepala Bidang Bantuan Jaminan Sosial di Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan, disinilah kami banyak mendapat informasi mengenai Daeng Lewa yang dituangkan beliau pada Blog.nya dengan judul Kisah Pilu Daeng Lewa”.....

Ternyata ada cerita unik dalam proses kepulangan daeng lewa dari Bangka Belitung ke Makassar, yaitu Dia (Daeng Lewa) bernazar “Tidak Akan Makan, Sebelum Bertemu Keluarganya di Jenekponto”.. Memang kalau kita lihat dari perjalanan menggunakan pesawat udara tidak begitu lama terbang dari Pangkal Pinang menuju Makassar yang transit dijakarta, akan tetapi setelah sampai di dibandara Sultan Hasanuddin Makassar, Rombongan dijamu makan siang, betapa terkejutnya orang-orang dari babel dan penjemput dari dinas sosial, Ternyata Daeng Lewa sedang menjalankan Nazarnya.

     Tidak sertamerta Daeng Lewa langsung bertemu keluarganya, dibutuhkan waktu dua hari, ini artinya Daeng Lewa tidak makan dan minum selama dua hari, kata syakharuddin. Bisa kita bayangkan, betapa kuat keinginan seorang Daeng Lewa ingin berkumpul kekeluarganya dan juga betapa kuat fisik sorang lansia yang bernama Daeng Lewa.

Bukan proses yang gampang mempertemukan salah satu keluarga dengan keluarga besarnya, Daeng Lewa setibanya diJenekponto harus menceritakan kisah hidupnya yang dimulai dari nama kedua orang tuanya, setelah itu dia hidup bersama orang tua angkatnya dan keluarga angkatnya dan pekerjaannya menanam sayuran lalu menjual kepenjara Jenekponto, akhirnya keluarga disana memang mengakui pernah ada keluarga yang bernama Daeng Lewa, empat malam lamanya Daeng Lewa kumpul bersama keluarganya yang akhirnya Daeng Lewa menyadari bahwa dirinya akan membebani kehidupan keluarganya di Jenekponto, yang akhirnya Daeng Lewa memutuskan untuk kembali ke Pulau Tercintanya “BABUAR” di Bangka Belitung, ini disambut baik oleh pihak dari Bangka belitung yang mendampingi Daeng Lewa selama berkumpul dengan keluarganya di Jenekponto Sulawesi Selatan.

“Aku tenang jikalau Tuhan memanggilku nanti”,...

 karena aku telah melihat kampung halamanku...

 dan bertemu keluargaku di Jenekponto....

Ternyata  Tuhan mendengar doaku selama ini,.....
walau itu mustahil bagiku...untuk mewujudkan keinginanku........
Terima Kasih Yaaa Allah....

Sambil melangkah meninggalkan kampung halamannya, kembali ke Bangka Belitung.

*) OHH Rehsos, Disadur dari Kisah Pilu Daeng Lewa (BlogSyakhruddin)


   
       

    Sumber: http://rehsos.depsos.go.id










    Komentar Via Website : 2
    arya wiguna
    20 Juni 2014 - 15:50:26 WIB
    Kiranya seperti ini informasi yang banyak dicari orang.... bisa menjadi sumber info yang sangat bermanfaat.

    http://goo.gl/JFyGYK | http://goo.gl/k1KG8k | http://goo.gl/hRKweV
    leo
    04 Juli 2014 - 12:03:26 WIB
    informasi yang bagus sekali, bisa dijadikan sebuah acuan bagi para pembacanya... sukses selalu.
    http://www.desdeladoscuro.com/grosir-kaos-polos
    AwalKembali 1 LanjutAkhir


    Nama

    Email

    Komentar



    Masukkan 6 kode diatas)